Tenggelem

Di kampung pinggir sungai, ada bebek bernama Tenggelem. Namanya begitu karena setiap kali berenang, dia selalu “tenggelam” dengan gaya sangat yakin, seolah dasar sungai adalah sofa favoritnya.

Suatu hari diadakan lomba renang bebek. Para peserta meluncur anggun. Tenggelem malah terjun, lalu hilang. Penonton menunggu. Katak komentator sampai kehabisan kata.

Sepuluh menit kemudian, Tenggelem muncul sambil menggendong keranjang kecil berisi ikan lele yang kebingungan.

“Maaf,” katanya sopan, “saya tersesat di lorong bawah air. Ini oleh-oleh.”

Lele-lele itu ikut berenang dan malah finis paling cepat. Juri bingung, lalu memberi Tenggelem piala khusus: Peserta Paling Rajin Menyelam dan Paling Ramah pada Ikan.

Pulang, Tenggelem tersenyum lebar. Satu lele kecil ikut sampai rumah dan menjadi teman sekamar. Malamnya mereka duduk di beranda. Tenggelem makan jagung rebus, lele kecil hanya menonton karena sedang menjaga pola makan. Angin berembus, piala berkilau, dan kampung tertawa kecil melihat duo paling absurd di sungai.