Raka & Dinda Berhubungan Sex Lagi
Malam itu udara di kamar terasa pengap, AC menyala pelan tapi keringat tetap menetes di leher Raka. Ia baru pulang dari kantor, kemeja sudah setengah terbuka, dan langsung mendapati Dinda duduk di tepi kasur hanya memakai kaus longgar miliknya. Kaus itu terlalu besar, jatuh sampai paha, dan dari sudut pandang Raka terlihat jelas bahwa di bawahnya tidak ada apa-apa. Dinda menatapnya tanpa bicara. Matanya setengah sayu, bibir sedikit terbuka. Raka menutup pintu, mengunci, lalu berjalan mendekat. Tangannya langsung meraih pinggul Dinda, mengangkat kaus itu sampai ke pinggang. Memek Dinda sudah basah, mengilap di bawah lampu redup, bulu halusnya menempel karena cairan yang terus merembes. “Dari tadi nungguin gue?” suara Raka rendah. Dinda mengangguk kecil. “Udah nggak tahan. Pegang aja… dalam-dalam.” Raka berlutut di antara paha Dinda. Ia membusungkan hidungnya tepat di belahan itu, menghirup bau amis-manis yang sudahfamiliar. Lidahnya menjulur, menjilat dari bawah ke atas, pelan dulu, lal...