Tindik Mata Biru
Di kios “Tusuk Senyum”, Pak Rahman masuk sambil memeluk poster kucing bermata biru. “Mas, saya mau Tindik Mata Biru. Biar tampil segar, tapi tetap sopan.” Mas Joko, sang tukang tindik, mengangguk penuh ilmu. Ia menyiapkan kelereng biru, pita kain, dan cermin retak kesayangannya. Tiba-tiba ikan cupang hias di ember dekorasi melompat, kelereng menggelinding, dan poster kucing terbang menempel di dahi Pak Rahman. “Selesai!” seru Mas Joko. Pak Rahman menatap cermin. Di telinganya tergantung kelereng biru berpita, sementara dahi dihiasi mata kucing dari poster. Seorang tetangga lewat dan berseru, “Wah, matanya pindah ke telinga! Praktis sekali.” Pak Rahman tertawa. “Lumayan. Sekarang saya bisa melihat dunia dari samping, asal kelerengnya tidak jatuh ke sup.” Ikan cupang mendapat tepuk sayap kehormatan, dan semua orang pulang sambil tersenyum.