Postingan

Sex Rina & Andi Abadi

Fiksi dewasa. Semua tokoh di atas 21 tahun dan saling setuju. Malam itu Rina sudah bilang dari awal: “Kasarih aja. Aku mau.” Andi tidak langsung nurut. Dia cium Rina dulu, lama, sampai Rina yang menarik kerahnya dan berbisik lagi, “Serius. Jangan pelan.” Baru setelah itu Andi mengangkatnya. Rina tertawa pendek, kaki melingkar di pinggang Andi, lalu tubuhnya benar-benar terpelanting ke kasur. Matras bergoyang. Rina menarik napas, mata berbinar, bukan takut. “Lagi.” Andi menarik pinggulnya ke tepi kasur, membalik badannya, lalu masuk dari belakang dengan hentakan yang dalam. Rina mencengkeram seprai. Setiap dorongan membuat tubuhnya maju, lalu ditarik kembali. Suara kulit bertemu kulit memenuhi kamar. Andi sesekali menampar pantatnya—tidak keras sampai sakit yang tidak diinginkan—dan Rina mendesah, “Terus.” Mereka pindah. Andi mengangkat Rina lagi, punggung Rina menempel dinding, kaki terangkat. Posisi itu membuat setiap gerakan terasa lebih berat. Rina menggigit bahu Andi, kuku menancap...

Cerita fiksi dewasa (semua tokoh di atas 21 tahun, saling setuju). Rina, Sari & Lina dan Andi

Cerita fiksi dewasa (semua tokoh di atas 21 tahun, saling setuju). Malam itu di apartemen Andi, tiga sahabatnya—Rina, Sari, dan Lina—datang setelah janji “nongkrong biasa”. Mereka sudah saling kenal lama, dan obrolan pelan-pelan bergeser jadi lebih hangat. Rina yang duduk di pangkuan Andi mulai mencium lehernya, sementara Sari dan Lina saling bertukar pandang lalu ikut mendekat. Pakaian dilucuti pelan. Andi berbaring di sofa lebar, Rina naik di atasnya dan mulai bergerak ritmis sambil menciumnya dalam. Sari berlutut di samping, bibirnya menyusuri dada Andi lalu turun, bergantian dengan tangan Lina yang membelai dan membantu. Mereka berganti posisi: Sari yang sekarang di atas, Rina dan Lina di kedua sisi, saling mencium dan menyentuh satu sama lain juga. Suara napas dan desahan memenuhi ruangan. Mereka lanjut ke kamar. Andi di tengah, tiga wanita itu bergiliran dan kadang bersamaan—mulut, tangan, dan tubuh saling melengkapi tanpa terburu-buru. Tidak ada yang dipaksa; setiap orang berhen...

Raka & Salsa Sex Cerita: Malam yang Tak Mau Usai

Cerita: Malam yang Tak Mau Usai Hujan deras mengguyur kota sejak sore. Di apartemen lantai dua puluh, lampu redup dan aroma kayu manis dari lilin yang baru dinyalakan memenuhi ruangan. Raka baru pulang, kemejanya masih lembap di bahu. Di sofa, Salsa sudah menunggu—gaun tipisnya menempel di kulit, rambut basah digelung sembarangan. “Lama,” gumamnya, menarik dasi Raka sampai jarak mereka tinggal sejengkal. “Aku kangen.” Ciuman pertama mereka lambat, hampir malas, lidah saling mencari tanpa terburu-buru. Raka menurunkan tali gaun Salsa, bibirnya menyusuri leher, bahu, lalu payudara yang sudah mengeras karena udara dingin. Ia menghisap putingnya lama, bergantian, sampai Salsa mendesah dan pinggulnya bergerak sendiri di atas sofa. Mereka pindah ke kamar. Raka menelanjanginya sepenuhnya, lalu berlutut di tepi kasur. Lidahnya menelusuri paha dalam Salsa, naik perlahan, sampai menemukan basah yang sudah menetes. Ia menjilatnya pelan, lingkaran-lingkaran kecil di klitoris, lalu lebih dalam, jar...

Raka, Dina & Mei Cerita Threesome Sex

Cerita fiksi dewasa (lanjutan): Malam itu Dina datang lagi, tapi tidak sendiri. Ia membawa Mei, teman kerjanya yang baru pindah dari Shanghai, perempuan dewasa, rambut hitam panjang, senyum tenang. “Kamu nggak keberatan kan?” tanya Dina sambil menutup pintu. Raka menggeleng. Mei sudah dewasa, dan tatapannya jelas setuju. Mereka mulai pelan. Mei yang pertama mencium Raka, bibirnya lembut, tangannya turun membuka kancing. Dina di belakang Mei, membuka baju Mei, mencium lehernya. Tiga tubuh di kasur, lampu redup. Mei naik di atas Raka, memasukkan pelan sampai penuh, gerakannya halus dan dalam. Dina berlutut di samping, Raka menjilatnya sementara Mei terus bergerak. Napas mereka bertumpuk. Mei menunduk, mencium Dina, lalu kembali menunggang lebih cepat. Mereka berganti. Dina di bawah, kaki terbuka. Raka masuk dari depan, Mei di atas wajah Dina, saling menjilat sambil Raka mendorong. Mei mengerang dalam bahasa Mandarin yang Raka tidak mengerti, tapi nadanya jelas nikmat. Dina mencapai punca...

Raka & Dina Cerita fiksi dewasa (lanjutan):

Cerita fiksi dewasa (lanjutan): Raka akhirnya nggak sendirian malam itu. Ia kenalan dengan Dina, perempuan dewasa yang sama-sama lagi butuh sentuhan. Mereka di kamar Raka, pintu terkunci, lampu redup. Dina yang mulai. Ia dorong Raka duduk di tepi kasur, buka kancing baju Raka pelan-pelan, lalu turun. Tangannya yang hangat menggantikan tangan Raka sendiri. “Kali ini bukan ngocok melulu,” bisik Dina sambil tersenyum, lalu ia ambil Raka ke dalam mulutnya. Raka mengerang, jari-jarinya mencengkeram rambut Dina. Mereka pindah ke kasur. Dina naik di atas Raka, memasukkan pelan-pelan sampai penuh. Gerakannya naik-turun, awalnya lambat, lalu makin cepat. Raka pegang pinggang Dina, ikut mendorong dari bawah. Napas mereka berdua berat, kulit saling menempel, keringat mulai basah. Dina menunduk, cium Raka dalam-dalam sambil terus bergerak. “Lebih dalam,” desah Dina. Raka membalik posisi, Dina di bawah, kakinya melingkar di pinggang Raka. Ia masuk lagi, lebih keras, ritme mereka saling mengejar. Di...

Cerita pendek (dewasa) Seru Seruan

Cerita pendek (dewasa) Langgung sudah lama menahan diri. Malam itu, di kamar hotel yang redup, ia akhirnya tidak bisa lagi berpura-pura. Pasangannya—perempuan dewasa yang sudah ia kenal cukup lama—mendekat tanpa banyak bicara. Jari-jarinya menyusuri dada Langgung, membuka kancing satu per satu. Napas mereka bertemu. Langgung menariknya lebih dekat, mencium bibirnya pelan lalu makin dalam, sementara tangan saling mencari di bawah kain yang sudah longgar. Mereka jatuh ke kasur. Pakaian tersisa di lantai. Sentuhan jadi lebih berani: bibir di leher, tangan di pinggang, tubuh yang saling menekan sampai keduanya sama-sama gemetar. Langgung masuk perlahan, menahan diri sebentar hanya untuk mendengar desahan yang lolos dari bibir pasangannya, lalu bergerak dalam ritme yang makin mantap. Kamar hanya berisi napas berat, nama yang disebut pelan, dan gerakan yang tidak lagi sabar. Sampai keduanya lepas bersamaan—Langgung menunduk, dahi menempel di bahu pasangannya, masih di dalam, masih hangat. Ka...

Arya & Rina Cerita dewasa (semua karakter 18 chicken chicken+).

Cerita dewasa (semua karakter 18 chicken chicken+). Malam itu Appartment kecilTw di Jakarta Selatan sun perdamaian. Rina, 26 tahun, baru pulang kerja. Badannya masih panas dari perjalanan, lini kemeja retrieving putihnya sedikit basah keringat. Dia buka pintu, langsung ketemu Arya, pacarnya yang sudah menunggu di sofa. Arya berdiri, matanya gelap. “Sange banget ya dari tadi?” suaranya rendah. Rina tidak jawab. Dia langsung tarik Arya, ciuman dalam, lidah saling mencari. Tangan Arya sudah meremas pantat Rina, lalu naik ke bawah kemeja, memegang payudara yang sudah tegang. Putingnya di cubit pelan, Rina mengerang. MerekaЯ Mereka pindah ke kamar. Rina didЯorong ke kasur. Arya buka kemeja Rina, hisap akses payudara kiri lalu kanan, lidahnya memutar puting sampai Rina siapa menggeliat. Tangan Arya turun, buka celana Rina, jari tengah masuk ke mem vibration yang sudah basah. “Basah bangwhich et,” gumam Arya. Dua jari masuk, gerakan cepat, ibu jari tekan klitoris. Rina desah keras, pinggulnya...