Popcorn
Pada suatu malam yang tenang, Pak Ahmad duduk di sofa sambil menonton televisi dan mengunyah popcorn kesukaannya. Tiba-tiba, satu butir popcorn melompat tinggi dari mangkuk dan berseru dengan suara melengking, "Hei, berhenti! Aku belum siap menjadi camilan!" Pak Ahmad hampir tersedak karena kaget. Popcorn nakal itu segera memanggil saudara-saudaranya. Dalam sekejap, puluhan popcorn berdiri tegak dan membentuk barisan rapi seperti pasukan kecil yang gagah. "Kami Pasukan Popcorn Siap Tempur!" pekik si pemimpin yang ujungnya agak gosong. Mereka pun bergerak serempak menuju remote televisi dan memencet tombol hingga saluran berubah menjadi kartun lucu. Pak Ahmad tertawa terpingkal-pingkal hingga perutnya sakit. "Kalian lebih hebat dari semua komedian!" Belum puas beraksi, para popcorn berusaha memanjat meja untuk meraih garam. "Garam adalah sumber kekuatan kami!" teriak mereka semangat. Sayangnya, tubuh mereka terlalu ringan sehingga terpeleset dan t...