Penak Enak Pinarak Asik Banget Mata Kelap Kelip Damai Anjing
Di sebuah warung lesehan, datang seekor anjing bernama Damai. Matanya kelap-kelip tenang, seolah dunia ini tidak pernah terburu-buru. Siapa pun yang duduk di dekatnya langsung merasa penak, enak, dan malas berdiri.
Pak RT yang hanya ingin pinarak sebentar malah tertidur sambil memegang sendok. Bu RT yang datang menjemput ikut duduk, lalu berkata, “Asik banget, ya. Kenapa kaki saya mendadak ingin cuti?”
Anjing Damai mengedip sekali. Semua orang mengedip balas, padahal tidak ada yang tahu aturannya. Es teh menjadi lebih manis, kerupuk menjadi lebih renyah, dan nyamuk pun antre dengan sopan sebelum hinggap.
Ketika azan Maghrib berkumandang, Damai berdiri, menggonggong pelan, lalu menuntun semua orang ke masjid. Sesampainya di sana, ia duduk di teras, mata tetap kelap-kelip, seolah berkata, “Silakan ibadah. Saya jaga sandal.”
Pulang dari masjid, orang-orang baru sadar: perang mereka tadi sebenarnya rebutan bantal warung. Damai mengibaskan ekor, lalu pulang dengan langkah damai, meninggalkan satu pesan di debu: kenyamanan itu enak, asal tidak membuat kita lupa bangun.