Lirikan Mata Hitam Abu Abu

Di kantin sekolah, Raka terkenal karena lirikan mata hitam abu-abunya. Katanya, sekali melirik, nasi goreng bisa malu dan bumbu kecap langsung minta maaf.

Suatu siang, Raka melirik ke arah meja Bu Kantin. Bukan karena sombong, hanya karena sendoknya jatuh. Tapi lirikan itu mendarat tepat pada rak bumbu. Lada terbang, garam berputar, dan kecap meloncat seperti ikut lomba lari. Nasi goreng di wajan tiba-tiba membentuk wajah terkejut.

“Aduh, Mas, lirikannya jangan ke bumbu!” teriak Bu Kantin sambil memegang tutup panci seperti perisai.

Raka panik. Ia mencoba melirik ke langit-langit agar suasana aman. Sayangnya, lampu ikut berkedip-kedip, seolah ikut tersipu. Teman-temannya malah bertepuk tangan.

“Wah, lirikan mata hitam abu-abu level jurusan tata boga!” celetuk salah satu teman.

Akhirnya Raka menunduk, menutup mata, lalu berkata pelan, “Bu, saya cuma mau minta sendok cadangan.”

Bu Kantin tertawa, menyerahkan sendok, dan menaruh sepiring nasi goreng di depannya. Di atas nasi itu tertulis dengan kecap: “Jangan dilirik, nanti saya meleleh.”

Raka mengangguk sopan, lalu makan sambil memejamkan mata. Kantin pun aman. Hanya kecap yang masih sedikit gemetar di pojok rak, takut dilirik lagi.