Lirikan Mata Aku Kejepit Pintu Bawah Dalam Dalam

Pada suatu pagi yang tenang, aku sedang menyapu lantai ruang tamu. Tiba-tiba lirikan mataku yang iseng melirik ke celah pintu bawah lemari. Entah bagaimana, lirikan itu malah kejepit dalam-dalam! Aku panik dan berjongkok.

“Keluar, lirikan!” bisikku. Dari dalam pintu terdengar suara kecil, “Dingin di sini, aku mau tinggal sebentar.”

Ibuku datang membawa teh. “Kenapa kamu bicara sendiri?”

“Lirikan mataku kejepit pintu bawah, Bu,” jawabku jujur.

Ibu tertawa sampai tehnya tumpah sedikit. “Coba ucapkan bismillah, lalu tarik pelan.”

Aku ikut. “Bismillah.” Aku tarik lembut. Lirikan itu keluar sambil menggenggam secarik kertas kecil bertuliskan “maaf, aku penasaran.” Kami berdua terpingkal-pingkal. Akhirnya kertas itu kami jadikan penanda buku, dan lirikan mataku berjanji hanya akan melirik hal-hal yang bermanfaat saja. Rumah jadi ramai tawa sampai siang.