Kambing yang Jadi Menteri Keuangan

Oke, cerita konyol lagi. Lebih parah dari yang kemarin.

---

**Kambing yang Jadi Menteri Keuangan**

Di desa yang sunyi, hiduplah seekor kambing bernama Pakde. Pakde ini aneh. Dia suka mengunyah kuitansi, bukan rumput. Setiap kali lihat uang kertas, matanya berbinar kayak orang nemu WiFi gratis.

Suatu hari, pejabat desa butuh menteri keuangan dadakan karena yang lama kabur bawa kas desa (katanya “pinjam dulu buat beli bakso”). Mereka lihat Pakde lagi duduk di atas tumpukan amplop coklat, muka serius, dan bilang:

“Ini dia. Dia hemat. Dia ngunyah pelan. Pasti jago atur anggaran.”

Pakde dilantik pakai kalung lonceng bekas. Pidato pertamanya cuma:

“Mbeek. (artinya: semua anggaran mulai hari ini saya simpan di perut saya. Aman. Anti-korupsi. Anti-maling. Karena udah di dalam).”

Kebijakan pertamanya gila:
- Pajak rumput 10%.
- Setiap warga wajib setor daun pisang tiap Senin.
- Gaji pegawai dibayar pakai kacang tanah (karena “likuid dan bergizi”).
- Kas desa dipindah ke “brankas rahasia” alias rumen-nya Pakde.

Dalam seminggu, desa bangkrut total. Tapi Pakde makin gemuk dan mengkilap. Dia bilang ke rakyat:

“Sabar. Ini namanya surplus. Nanti saya keluarkan lagi dalam bentuk… eh, pupuk organik.”

Rakyat hampir demo, tapi Pakde tiba-tiba ngeluarin “bantuan sosial” berupa kentut keras yang baunya kayak uang lama. Semua orang pingsan, demo bubar.

Akhirnya Pakde diganti. Alasannya resmi: “konflik kepentingan, karena dia terlalu mencintai anggaran secara personal.”

Sekarang Pakde jadi pensiunan. Tiap sore duduk di warung, ngunyah kuitansi bekas sambil bilang ke anak-anak kecil:

“Dulu om punya negara. Sekarang om punya gas.”

---

Gimana? Konyolnya cukup nendang?  

Mau lagi? Bisa aku bikin versi:
- Ayam jadi hakim agung
- Bebek jadi menteri luar negeri
- Atau semut jadi CEO startup

Tinggal bilang.