By 1
Di warung Pak RT muncul papan baru: “Makan gratis, by 1.” Semua orang langsung rapat darurat di depan gerobak.
Pak Kumis mengangguk serius. “Ini bahasa luar. Artinya satu-satu.”
Bu RT membawa satu sendok. Anak-anak membawa satu kacang. Ada yang datang dengan satu sandal, karena dia yakin “by” artinya “bawa yang penting.”
Antrean makin ramai. Seseorang memesan “by satu nasi,” yang lain memesan “by satu senyum.” Penjual hanya bisa menggaruk kepala sambil menghitung orang, sandal, dan kacang.
Siang itu, mahasiswa magang pemilik papan datang dengan muka pucat.
“Salah ketik,” katanya. “Maksud saya bayar 1. Satu rupiah. Hurufnya kabur semua.”
Warung senyap sejenak, lalu meledak tertawa. Pak Kumis menatap sendoknya.
“Saya antre panjang demi satu rupiah?”
“Iya, Pak.”
“Murah sekali. Kalau begitu, tambah doa supaya mesin ketikmu cepat insaf.”
Promo dibatalkan, tetapi semua pulang kenyang oleh tawa. Besoknya papan diganti: “BAYAR SEPERTI BIASA. MESIN KETIK SEDANG DIAMANKAN.”