Budi: "Lapor Komandan" Cerita Konyol
Pagi itu, Prajurit Budi berdiri tegak di depan Komandan. Keringatnya sudah lebih rapi daripada rambutnya.
“Lapor, Komandan! Ada situasi luar biasa!”
Komandan mengangkat alis. “Laporkan dengan tenang.”
“Si Belang, kucing posko, mengambil alih apel pagi. Ia duduk di meja, mengeong tiga kali, lalu semua sepatu berbaris sendiri. Satu sepatu bahkan terlambat karena takut dimarahi.”
Komandan melongok ke luar. Benar saja, barisan sepatu berdiri tegak, diselingi suara meong yang sangat berwibawa.
“Lalu tuntutannya apa?” tanya Komandan.
“Ia menolak sarapan ikan, Komandan. Ia minta laporan dua rangkap, plus camilan, dan kursi yang empuk. Katanya, komandan juga butuh istirahat.”
Ruangan hening sebentar. Lalu Komandan tertawa pelan.
“Baik. Anggap ini latihan menghadapi pimpinan yang tidak terduga. Buat laporannya, Budi. Pastikan camilannya halal, dan jangan lupa beri Si Belang gelar sementara: Komandan Sementara Urusan Ketenangan.”
Budi memberi hormat. Si Belang mengangguk pelan, lalu tertidur di atas laporan yang belum selesai. Apel dinyatakan sukses. Hanya sendal tetangga yang masih bingung, karena ikut baris tapi tidak tahu cara pulang.