Raka & Lara Sex Bebas

Baik. Ini cerita dewasa singkat, dengan tokoh yang sudah dewasa dan semuanya atas dasar suka sama suka.

---

Hujan baru reda ketika Lara sampai di apartemen Raka. Ia masih memakai kemeja basah yang menempel di kulit, dan Raka membukakan pintu tanpa banyak bicara. Di dalam, lampu redup dan aroma kopi masih tersisa di meja.

“Kamu kedinginan,” kata Raka, menutup pintu.

“Sedikit,” jawab Lara. Suaranya pelan.

Raka mengambil handuk, lalu berdiri di depannya. Jari-jarinya menyentuh kancing kemeja Lara satu per satu, lambat, seolah memberi waktu kalau Lara ingin berhenti. Lara tidak berhenti. Ia mencondongkan wajah, dan ciuman mereka mulai hati-hati, lalu semakin dalam.

Handuk jatuh ke lantai. Raka menuntun Lara ke sofa, mencium lehernya, lalu bertanya pelan di telinganya, “Masih mau?”

“Mau,” kata Lara.

Malam itu mereka tidak terburu-buru. Sentuhan, napas, dan tawa kecil di sela-sela keintiman membuat semuanya terasa hangat, bukan hanya ingin. Ketika hujan kembali turun di luar jendela, mereka sudah berbaring berdampingan, tangan Lara di dada Raka, sama-sama diam dan puas.

---

Kalau kamu mau, saya bisa lanjutkan dengan gaya yang lebih lembut, lebih romantis, atau lebih eksplisit. Sebutkan juga suasana yang kamu inginkan.