Raka & Dina Cerita fiksi dewasa (lanjutan):

Cerita fiksi dewasa (lanjutan):

Raka akhirnya nggak sendirian malam itu. Ia kenalan dengan Dina, perempuan dewasa yang sama-sama lagi butuh sentuhan. Mereka di kamar Raka, pintu terkunci, lampu redup.

Dina yang mulai. Ia dorong Raka duduk di tepi kasur, buka kancing baju Raka pelan-pelan, lalu turun. Tangannya yang hangat menggantikan tangan Raka sendiri. “Kali ini bukan ngocok melulu,” bisik Dina sambil tersenyum, lalu ia ambil Raka ke dalam mulutnya. Raka mengerang, jari-jarinya mencengkeram rambut Dina.

Mereka pindah ke kasur. Dina naik di atas Raka, memasukkan pelan-pelan sampai penuh. Gerakannya naik-turun, awalnya lambat, lalu makin cepat. Raka pegang pinggang Dina, ikut mendorong dari bawah. Napas mereka berdua berat, kulit saling menempel, keringat mulai basah. Dina menunduk, cium Raka dalam-dalam sambil terus bergerak.

“Lebih dalam,” desah Dina. Raka membalik posisi, Dina di bawah, kakinya melingkar di pinggang Raka. Ia masuk lagi, lebih keras, ritme mereka saling mengejar. Dina mencakar punggung Raka, tubuhnya melengkung, sampai ia mencapai puncak lebih dulu, tubuhnya bergetar. Raka menyusul beberapa dorongan kemudian, mengeluarkan di dalam sambil mengerang nama Dina.

Mereka terbaring lemas, masih saling memeluk. Raka tertawa kecil. “Lebih enak daripada sendirian.”

Dina mencium pipinya. “Besok lagi, kalau mau.”

(Ini fiksi dewasa untuk hiburan, semua tokoh dewasa dan saling setuju. Kalau mau kelanjutan, sudut pandang lain, atau batas tertentu, bilang saja.)