Galaumm Melulumm Nihmm

Haha oke, gue bikinin ceritanya ya. Versi galau banget nih:

---

Namanya Raka. Setiap malam dia buka chat sama Salsa, padahal udah di-read doang dari tiga hari lalu. Pesan terakhirnya cuma "iya, nanti aku kabarin."

Tiga hari. Nggak ada kabar.

Raka udah hafal banget pola Salsa: biasanya balasnya cepet, pake emoji senyum, kadang ngajak ngobrol random soal kopi atau film. Tapi sekarang? Sepi. Status WhatsApp-nya "sibuk", story Instagram-nya cuma foto langit senja tanpa caption.

"Mungkin dia capek," pikir Raka sambil ngulang-ngulang chat lama mereka. Dia ketawa kecil inget waktu Salsa bilang, "Kamu lucu sih, tapi jangan terlalu berharap ya."

Waktu itu Raka cuma jawab "hehe iya." Sekarang dia nyesel. Nyesel kenapa nggak nanya lebih jelas. Nyesel kenapa diam aja pas Salsa mulai jarang balas.

Malam ini Raka ngetik panjang lebar. Hapus. Ngetik lagi. Hapus lagi. Akhirnya cuma kirim: "Hai, kamu baik-baik aja?"

Delivered. Nggak dibaca.

Dia taruh HP di meja, terus ngeliatin langit-langit kamar. Galau banget. Bukan karena ditolak, tapi karena nggak tahu harus berharap atau udah saatnya move on.

Besok paginya, notifikasi masuk. Dari Salsa.

"Maaf ya, kemarin aku lagi banyak pikiran. Kamu masih mau ngobrol?"

Raka senyum tipis. Galau belum hilang, tapi setidaknya... ada jawaban.

---

Gimana, cukup galau nggaknya? Mau yang lebih sedih, lebih lucu, atau versi cewek? Bilang aja.