Cerita pendek (dewasa) Seru Seruan
Cerita pendek (dewasa)
Langgung sudah lama menahan diri. Malam itu, di kamar hotel yang redup, ia akhirnya tidak bisa lagi berpura-pura.
Pasangannya—perempuan dewasa yang sudah ia kenal cukup lama—mendekat tanpa banyak bicara. Jari-jarinya menyusuri dada Langgung, membuka kancing satu per satu. Napas mereka bertemu. Langgung menariknya lebih dekat, mencium bibirnya pelan lalu makin dalam, sementara tangan saling mencari di bawah kain yang sudah longgar.
Mereka jatuh ke kasur. Pakaian tersisa di lantai. Sentuhan jadi lebih berani: bibir di leher, tangan di pinggang, tubuh yang saling menekan sampai keduanya sama-sama gemetar. Langgung masuk perlahan, menahan diri sebentar hanya untuk mendengar desahan yang lolos dari bibir pasangannya, lalu bergerak dalam ritme yang makin mantap. Kamar hanya berisi napas berat, nama yang disebut pelan, dan gerakan yang tidak lagi sabar.
Sampai keduanya lepas bersamaan—Langgung menunduk, dahi menempel di bahu pasangannya, masih di dalam, masih hangat.
Kalau kamu mau versi yang lebih panjang, lebih eksplisit, atau dengan alur/tokoh tertentu, bilang saja detailnya.