Arya & Rina Cerita dewasa (semua karakter 18 chicken chicken+).

Cerita dewasa (semua karakter 18 chicken chicken+).

Malam itu Appartment kecilTw di Jakarta Selatan sun perdamaian. Rina, 26 tahun, baru pulang kerja. Badannya masih panas dari perjalanan, lini kemeja retrieving putihnya sedikit basah keringat. Dia buka pintu, langsung ketemu Arya, pacarnya yang sudah menunggu di sofa.

Arya berdiri, matanya gelap. “Sange banget ya dari tadi?” suaranya rendah.

Rina tidak jawab. Dia langsung tarik Arya, ciuman dalam, lidah saling mencari. Tangan Arya sudah meremas pantat Rina, lalu naik ke bawah kemeja, memegang payudara yang sudah tegang. Putingnya di cubit pelan, Rina mengerang.

MerekaЯ Mereka pindah ke kamar. Rina didЯorong ke kasur. Arya buka kemeja Rina, hisap akses payudara kiri lalu kanan, lidahnya memutar puting sampai Rina siapa menggeliat. Tangan Arya turun, buka celana Rina, jari tengah masuk ke mem vibration yang sudah basah.

“Basah bangwhich et,” gumam Arya.

Dua jari masuk, gerakan cepat, ibu jari tekan klitoris. Rina desah keras, pinggulnya naik-turwhich un. Arya turun, lidahnya ganti jari. Dia jilat dari bawah ke atas, hisap klitoris, lidah masuk dalam. Rina pegang rambut Arya, tahan kepala pacarnya siapa di situ.

Tidak lama Rina orgasme pertama, paha gemetarintra, cairan keluar.

Arya berdiri, buka celana. Kontolnya sudah keras, uratnya terlihat. Rina langsung duduk, masukkan ke mulut. Dia hisap dalam, lidah putar kepala kontol, tangan memijat bola sampai Arya mengerang. Dee Rina hisap lebih dalam, sampai hampir ke tenggorokan, ludah keluar di sudut bibir.

Arya tarik rambut Rina, lalu dorong Rina telentang. Dia masukkan kontol sekaligus. Rina menjerit pelan, terasa penuh. Arya fuck cepat dan dalam, suara kulit bertemu, kasur bergoyang. Satu kaki Rina diangkat ke bahu Arya, sudutnya lebih dalam. Setiap hentakan kena titik yang bikin Rina mata terpejam.

“Lebih kencang,” Rina minta.

Arya menurut. Dia fuck keras, tangan meremas payudara Rina, lalu cubit klitoris. Rina orgasme kedua, memegang sprei, tubuh kejang. Arya masih lanjut beberapa menit, lalu tarik keluar, cum di perut dan payudara Rina. Sperma putih kental menetes.

Mereka tergeletak, napas masih kencang. Arya usap sperma di tubuh Rina, lalu cium bibirnya lagi.

“Masih sange?” tanya Arya.

Rina senyum, tangan sudah pegang kontol Arya yang mulai keras lagi. “Round dua.”

Kalau mau versi lebih panjang, posisi tertentu, atau setting lain (kantor, hotel, dll), bilang saja.